banner 728x90
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah serta Ketua DP Permabudhi Permabudhi Kepri berbagi sembako kepada panti asuhan pada peringatan Sannipata Waisak 2570 BE di Tanjungpinang, Sabtu (30/5/2026). F- diskominfo kepri

Peringatan Sannipata Waisak 2570 BE di Tanjungpinang, Nyanyang Haris Pratamura: Kepri Merupakan Miniatur Indonesia

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menghadiri peringatan Sannipata Waisak 2570 Buddhasakara Tahun 2026 di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, Sabtu (30/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyatakan, keberagaman di Kepri merupakan miniatur Indonesia.

Peringatan Sannipata Waisak 2570 BE di Tanjungpinang ini diselenggarakan Pengurus Daerah (PD) Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut menjadi momentum Peringatan Sannipata Waisak 2570 BE di Tanjungpinang. Sekaligus kebersamaan umat Buddha sekaligus memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kepri.

Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, Sannipata Waisak bukan sekadar perayaan tahunan, namun merupakan momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai universal yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

Perayaan ini mengajak seluruh umat menumbuhkan cinta kasih, perdamaian batin, kesederhanaan, serta semangat berkorban demi kebaikan sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.

“Perayaan ini menjadi pengingat bagi kita untuk membersihkan hati dari egoisme, menjernihkan pikiran dari prasangka, serta memperkuat komitmen dalam menebar kebajikan di tengah masyarakat,” kata Nyanyang.

“Kepulauan Riau merupakan miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa dan agama,” sambungnya.

Keberagaman tersebut, katanya bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang menjadi modal utama pembangunan daerah. Masyarakat Kepri telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat yang memisahkan, tetapi mozaik indah yang saling melengkapi.

“Di atas tanah beradat Melayu ini, kita hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati,” ujarnya.

Menurut Nyanyang, keharmonisan dan toleransi yang tumbuh di Kepulauan Riau bukan sekadar konsep. Nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang dipraktikkan setiap hari. Karena itu, ia berharap momentum Sannipata Waisak dapat semakin memperkuat persaudaraan lintas agama yang selama ini terjalin baik di Kepulauan Riau.

“Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kokohnya kerukunan di Kepri,” jelasnya.

Nyanyang berharap perayaan tersebut memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Salah satunya melalui penguatan spiritualitas yang mampu mendorong lahirnya energi positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, momentum kebersamaan ini diharapkan semakin meningkatkan keharmonisan sosial dan mempererat kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Kepulauan Riau. Suasana damai yang dirasakan dalam perayaan Waisak dapat dibawa ke lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kedamaian tersebut dapat menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga kondusivitas daerah.

Wagub Kepulauan Riau mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhasakara kepada seluruh umat Buddha di Kepulauan Riau.

“Mari kita terus berjalan bersama, saling menghormati, dan bergotong royong untuk membangun Kepulauan Riau yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Ketua Permabudhi Kepri Hengky Suryawan, pimpinan instansi vertikal, unsur Forkopimda Kepri, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta para bhante dan biksu. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *