Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH menghadiri kegiatan temu pengusaha kecil menengah atau Temu Pelaku UMKM Kota Tanjungpinang, di Ballroom Hotel Alltrue, Rabu (22/4/2026). Lis Darmansyah cakap, peran UMKM sebagai pilar ekonomi daerah.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan, UMKM merupakan kekuatan utama ekonomi masyarakat yang harus terus didorong agar berkembang dan naik kelas.
“UMKM adalah kekuatan nyata ekonomi rakyat. Di tengah tantangan zaman, UMKM terbukti mampu bertahan serta menjadi harapan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lis Darmansyah menyatakan, besarnya potensi UMKM di Tanjungpinang yang perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
“Potensi UMKM kita sangat besar, mulai dari kuliner, kerajinan hingga fesyen. Tugas pemerintah adalah memastikan potensi ini tidak hanya menjadi data, tetapi benar-benar berkembang dan memberikan dampak ekonomi,” paparnya.
Selain itu, Lis Darmansyah mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan nilai tambah produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kita harus berani berinovasi, menciptakan produk bernilai tambah, serta memanfaatkan teknologi digital agar UMKM kita mampu naik kelas dan bersaing hingga ke pasar ekspor,” lanjutnya.
UMKM merupakan pilar utama ekonomi daerah yang menjadi motor penggerak yang harus terus diperkuat, baik dari sisi kapasitas, daya saing, maupun legalitas usaha, seiring besarnya potensi yang dimiliki Tanjungpinang.
UMKM merupakan motor penggerak utama ekonomi lokal yang harus kita jaga dan dorong bersama. Dengan jumlah usaha mikro mencapai 15.003 unit pada tahun 2025 yang didominasi sektor kuliner sebanyak 10.463 unit. Disusul sektor jasa 4.123 unit serta sektor lainnya. Seperti fesyen, agribisnis, dan kerajinan, ini menunjukkan potensi besar yang harus terus dikembangkan. Namun demikian, perlu juga didukung legalitas usaha.
“Hingga tahun 2026 baru 5.486 usaha mikro yang memiliki Nomor Induk Berusaha,” sebutnya.
Sekretaris Bappelitbang Kota Tanjungpinang, H Dody SE dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang masih berada di angka 3,31 persen pada tahun 2025.
“Temu UMKM ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat perputaran ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing UMKM, mulai dari kemudahan akses permodalan, pelatihan SDM, digitalisasi pemasaran, hingga pendampingan legalitas dan hilirisasi produk.
“Pemerintah terus berupaya agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan bersaing,” ungkapnya.
Selain itu diharapkan melalui kegiatan ini untuk mengidentifikasi berbagai tantangan serta menyiapkan produk UMKM sebagai Produk Unggulan Daerah (PUD).
“Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan UMKM,” pungkasnya.
Kegiatan diikuti oleh 100 pelaku usaha yang terdiri dari perwakilan IKM, UMKM lintas OPD, serta komunitas ekonomi kreatif, dan turut melibatkan pihak perbankan dari Himbara, bank swasta, dan bank daerah. Dalam rangkaian acara, juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa kartu NIB kepada 7 pelaku usaha, serta sertifikat halal, hak cipta, dan merek kepada 3 pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas dan daya saing UMKM Kota Tanjungpinang semakin meningkat, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (yen)
Editor: Sigik RS
