banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan strategi Pemprov Kepri buat ketahanan pariwisata Kepri di tengah eskalasi konflik global dalam webinar. F- diskominfo kepri

Ini Strategi Pemprov Kepri buat Ketahanan Pariwisata di Tengah Eskalasi Konflik Global

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemprov Kepri memiliki strategi untuk untuk ketahanan pariwisata di tengah eskalasi konflik global. Strategi tersebut dipaparkan Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad saat menjadi narasumber dalam webinar Tourism Under Fire tentang Menyoroti Kerentanan Sektor Wisata Akibat Eskalasi Konflik Perang Internasional, Senin (16/3/2026).

Webinar yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni NHI Bandung bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengikuti kegiatan webinar tersebut dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan SSos, Kepala Dinas Kominfo Kepri Hendri Kurniadi, dan Kepala Bappeda Kepri Aries Fhariandi.

Dalam forum tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan kondisi serta strategi penguatan sektor pariwisata di Kepulauan Riau di tengah dinamika geopolitik global. Gubernur Kepri menegaskan, bahwa Kepri memiliki posisi strategis sebagai “Beranda NKRI” yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Kamboja.

Selain itu, wilayah Kepri juga berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka yang sangat vital, dengan sekitar 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer melintasi jalur tersebut setiap tahunnya.

“Posisi strategis tersebut turut mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kepulauan Riau,” kata Ansar Ahmad.

Selama tahun 2025, Kepri tercatat menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan DKI Jakarta, dengan total kunjungan mencapai 2.027.037 orang. Ansar Ahmad menilai dinamika geopolitik global harus diantisipasi dengan strategi yang adaptif agar sektor pariwisata tetap tangguh.

“Kepulauan Riau memiliki posisi yang sangat strategis sebagai beranda NKRI dan pintu gerbang wisatawan mancanegara. Karena itu kita harus memperkuat strategi pariwisata agar tetap resilien di tengah dinamika geopolitik global,” ujarnya.

Menurutnya, ketegangan internasional dapat memunculkan travel warning serta memengaruhi persepsi keamanan wisatawan terhadap suatu destinasi. Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia juga berdampak pada kenaikan biaya transportasi udara maupun laut yang pada akhirnya memengaruhi mobilitas wisatawan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemprov Kepri terus melakukan berbagai langkah penguatan sektor pariwisata.

“Kami mendorong penggunaan autogate di keimigrasian serta optimalisasi kebijakan Visa on Arrival agar akses wisatawan ke Kepulauan Riau semakin mudah dan cepat,” ungkapnya.

Pemprov Kepri juga memperkuat pengembangan sektor sport tourism dan marine tourism sebagai keunggulan daerah kepulauan. Pemprov Kepri juga mendorong diversifikasi pasar wisata melalui penguatan wisatawan nusantara. Gubernur Kepri Ansar Ahmad optimis target kunjungan 2,7 juta wisatawan mancanegara ke Kepri pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan pariwisata. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *