banner 728x90
Cen Sui Lan menggunakan teropong canggih pemantau hilal. F- dok/suaraserumpun.com

Besok Sidang Isbat, Awal Puasa Ramadan 1447 Hijriah Berpotensi Berbeda

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah RI melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Ramadan 1447 hijriah, Selasa (17/2/2026) petang besok. Awal puasa atau 1 Ramadan 1447 hijriah (2026) berpotensi berbeda.

Sidang isbat yang dilaksanakan Kemenag RI besok, menjadi forum resmi pemerintah untuk menentukan atau menetapkan jadwal bagi umat Islam di Indonesia, mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun 2026 ini.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Abu Rokhmad menjelaskan, keputusan awal Ramadan 1447 hijriah akan ditetapkan melalui pembahasan hasil hisab atau perhitungan astronomi, dan rukyat atau pemantauan hilal.

“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” kata Abu Rokhmad dikutip dari situs resmi Kemenag RI, Jumat (6/2/2026) lalu.

Kemenag RI dijadwalkan akan melaksanakan sidang isbat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta. Seperti biasanya, forum ini bakal dihadiri beberapa unsur. Mulai dari Menteri Agama RI, Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung (MA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan Ormas Islam hingga Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Berpotensi Berbeda
Penetapan 1 Ramadan 1447 hijriah (tahun 2026) berpotensi berbeda. Sebelumnya, Ormas Islam Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 hijriah, jatuh pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2026.

Penetapan ini dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dengan metode hisab hakiki dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Dengan prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan berlaku serentak di seluruh dunia pada 18 Februari 2026.

Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) ini hadir dengan tawaran kepastian berbasis sains dan sistem global terintegrasi. Namun selama pendekatan lokal dan global masih berjalan berdampingan, perbedaan awal Ramadhan tetap mungkin terjadi. Muhammadiyah memandang fase ini sebagai bagian dari evolusi pemikiran kalender Islam menuju kesatuan umat yang lebih luas.

Ramadan Versi Pemerintah
Melansir kompas.com, merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang ditandatangani pada 19 September 2025, pemerintah telah menetapkan libur Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah atau Idulfitri 2026 jatuh pada tanggal 21 sampai 22 Maret 2026.

Sehingga berdasarkan SKB tersebut, awal puasa Ramadan 1447 hijriah tahun 2026 diperkirakan jatuh pada hari Kamis, tanggal 19 Februari 2026. Dengan catatan, puasa Ramadan berlangsung selama 30 hari. Dengan demikian, awal puasa dan Hari Raya Idulfitri versi pemerintah bakal berbeda dengan Muhammadiyah.

Namun, penetapan resmi awal puasa Ramadan versi pemerintah RI akan ditetapkan pada sidang isbat, Selasa (17/2/2026) petang besok, tanggal 29 Syakban 1447 hijriah. Dengan metode gabungan hisab dan rukyatul hilal. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *