banner 728x90
Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano.F-Istimewa

Sepekan Operasi Keselamatan Seligi 2026, Polres Bintan Tindak 442 Pelanggar Lalu Lintas

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026 di Kabupaten Bintan telah memasuki hari ketujuh. Hingga Selasa (10/2/2026), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bintan mencatat sebanyak 442 pengendara telah diberikan tindakan berupa teguran akibat berbagai pelanggaran.

Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano, mengungkapkan bahwa mayoritas pelanggaran didominasi oleh kendaraan roda dua. Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan meliputi:

Tidak menggunakan helm berstandar SNI.

Ketidaklengkapan atribut kendaraan.

Pengendara yang masih di bawah umur.

Catatan Kecelakaan Selama Operasi
Selain angka pelanggaran, Iptu Yelvis juga melaporkan bahwa selama sepekan operasi berjalan, telah terjadi dua kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bintan.

“Tercatat ada dua korban luka berat, satu orang luka ringan, dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1.250.000,” jelasnya.

Masifkan Langkah Preemtif dan Edukasi
Guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, Polres Bintan tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga gencar melaksanakan kegiatan preemtif. Tim di lapangan aktif melakukan penyuluhan, pembagian brosur, hingga pemasangan spanduk imbauan di titik-titik strategis, termasuk sekolah-sekolah dan pusat keramaian.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Kami ingin menciptakan iklim berkendara yang aman dan nyaman,” tambah Kasat Lantas.

Persiapan Menjelang Operasi Ketupat 2026
Operasi Keselamatan Seligi 2026 ini merupakan agenda nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini mengusung tema besar mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Hal ini juga menjadi langkah cipta kondisi yang krusial sebelum memasuki tahapan Operasi Ketupat 2026 mendatang.(yen)

Editor : Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *