banner 728x90
Tim Satpolairud Polres Bintan mengevakuasi ABK KM Samudera pembawa ikan yang tenggelam di perairan Anak Lobam, Bintan. F- ist

KM Samudera Pembawa Ikan Tenggelam di Perairan Anak Lobam Bintan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Kapal Motor (KM) Samudera pembawa ikan dari Tanjungpinang menuju Batam tenggelam di antara perairan Anak Lobam dan perairan Tekulai, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). KM Samudera pembawa ikan itu tenggelam, Senin (2/2/2026) sekira pukul 18.30 WIB, dengan titik koordinat 0°57’19.8″N 104°18’16.2″E.

Kasat Polairud Polres Bintan Iptu Syafril saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, sebelum tenggelam kapal berlayar dari pelabuhan Anai, Tanjungpinang, menuju ke pelabuhan Tanjung Riau, Kota Batam.

“Kapal motor Samudera ini membawa ikan sebanyak 50 fiber,” sebut Syafril saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/2/2026).

Dia menjelaskan, sekira pukul 17.00 WIB, Senin (2/2/2026), kapal mengalami kebocoran di lambung kanan. ABK pun mulai panik. Mereka melakukan pembuangan air laut menggunakan mesin robin. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Air terus masuk ke dalam kapal. Sekitar pukul 18.00 WIB, mesin kapal mati dan kapal mulai terbawa arus hingga tenggelam di perairan Anak Lobam.

“Kami baru mendapat informasi pada pukul 18.40 WIB. Saat itu, anggota langsung turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan,” jelas Iptu Syafril.

Anggota pun mengarungi laut cukup jauh menggunakan speedboat milik Satpolairud Polres Bintan. Di lokasi polisi melihat korban sedang mengapung di sekitaran tempat tenggelamnya kapal.

“Semua korban berhasil kami selamatkan. Mereka ada 4 orang. Termasuk Nahkoda kapal,” sebutnya.

Empat korban masing-masing bernama Suhaidi (49) Nahkoda, Usman (49) ABK, Sadri Ardyansyah (23) ABK dan Nasrun (58) KKM. Saat ini, mereka sudah pulang ke rumahnya masing-masing di Kota Batam.

“Kepada masyarakat dan nelayan agar tetap waspada saat beraktivitas di laut. Kondisi cuaca saat ini belum stabil. Angin kencang dan ombak kuat masih terjadi di wilayah Kabupaten Bintan, Kepri,” demikian dijelaskannya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *