banner 728x90
Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti memberikan keterangan. F- yen/suaraserumpun.com

Fiven Sumanti: Permasalahan Buaya di Bintan Jadi Persoalan Serius

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti angkat bicara mengenai permasalahan buaya di wilayah Kabupaten Bintan, seperti di Kecamatan Teluk Bintan dan Tambelan. Baru-baru ini, buaya menerkam warga (nelayan) hingga meninggal dunia. Menurut Fiven, permasalahan buaya di Bintan menjadi persoalan serius yang harus dicarikan solusinya oleh pemerintah daerah, khusus di Kecamatan Teluk Bintan.

Fiven Sumanti mendesak agar pemerintah daerah untuk mencari solusi cepat dan tepat mengatasi masalah ancaman buaya, setelah beberapa kejadian serangan buaya terhadap warga setempat. Menurutnya, DPRD Bintan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan. Permasalahan mengenai ancaman buaya terhadap masyarakat setempat akan dibahas lagi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Fiven Sumanti mengharapkan, pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini. Karena, masyarakat Bintan terutama di Kecamatan Teluk Bintan sangat bergantung pada laut sebagai sumber mata pencaharian. Namun kehadiran buaya membuat nelayan cemas.

“Masyarakat tahu di sekitarnya ada buaya, dan pemerintah sudah membuat plang imbauan hati-hati di sini ada buaya. Namun, imbauan ini tidak cukup untuk mengatasi masalah yang semakin serius. Masalah buaya ini jadi persoalan serius,” kata Fiven.

Fiven berharap pemerintah dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

“Kita berharap masalah ini dapat diatasi segera untuk memberikan rasa aman rasa nyaman kepada masyarakat. Kita juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut,” tutup Fiven Sumanti Ketua DPRD Bintan.

Sebelumnya, Jumat (16/1/2026) dini hari lalu, seorang nelayan di Kampung Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Imran bin H Sanjah (34) meninggal dunia, setelah diterkam buaya. Korban diterkam buaya saat membersihkan jaring di atas sampan yang akan melaut, sekitar pukul 03.45 WIB. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *