banner 728x90
Raja Mustakim Ketua Dewan Pengarah KPDN dan Hadi Candra Ketua Dewan Pembina KPDN mengumumkan sayembara berburu hama kelapa di Pulau Midai, Natuna. F- ist

Pekan Ini, KPDN Membuka Sayembara Berburu Hama Kelapa di Pulau Midai Natuna

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) membuka sayembara berburu hama kelapa di Pulau Midai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Setiap hama kelapa berupa kumbang maupun ulat hingga tikus yang dikumpulkan warga, dihargai Rp5 ribu. Sayembara ini dimulai tanggal 20 Januari 2026 pekan ini, sampai 31 Januari 2026.

Kegiatan sayembara Buru Hama Kelapa ini merupakan bentuk kepedulian Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) terhadap ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Bagi masyarakat yang ingin menjadi peserta sayembara berburu hama kelapa ini, bisa mendaftar dengan menghubungi Muslaini (0822-8730-4188), Endra Zulharianto (0878-8723-5023), atau Ded (Midai) dengan nomor kontak 0851-2472-4570.

Pengurus dan anggota KPDN turun langsung ke kebun kelapa warga di Pulau Midai. Melalui aksi pemberantasan hama, komunitas ini berupaya menekan kerugian petani akibat serangan hama perkebunan kelapa yang kian masif dalam setahun terakhir.

Selama ini, perkebunan kelapa menjadi sumber penghidupan utama bagi warga Pulau Midai. Namun serangan hama yang tak terkendali menyebabkan penurunan produksi dan mengancam ketahanan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut mendorong KPDN mengambil peran aktif, meski organisasi ini dikenal sebagai komunitas hobi.

Ketua Dewan Pembina KPDN, Hadi Candra mengatakan, program tersebut lahir dari keresahan petani yang menyampaikan langsung dampak serangan hama terhadap hasil panen mereka.

“Program ini merupakan bentuk dukungan KPDN terhadap ketahanan produksi kelapa masyarakat, sesuai usulan yang kami terima dari Ketua Dewan Pengarah KPDN, Raja Mustakim,” ujar Hadi, Sabtu (17/1/2026) kemarin.

Hadi Candra menegaskan, keterlibatan KPDN bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari komitmen komunitas dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pulau dan keberlanjutan perkebunan rakyat. Dalam pelaksanaannya, KPDN melibatkan warga setempat melalui mekanisme sayembara berburu hama.

“Setiap hama perusak tanaman kelapa yang berhasil ditangkap dihargai Rp5 ribu, sebagai bentuk insentif sekaligus upaya meningkatkan partisipasi masyarakat,” sebut Hadi Candra.

Langkah ini dinilai efektif karena mendorong keterlibatan langsung petani dan warga, sekaligus menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebun kelapa dari ancaman hama. Aksi KPDN di Pulau Midai menjadi contoh bagaimana komunitas berbasis hobi dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal.

“Di tengah keterbatasan akses dan tantangan wilayah kepulauan, kolaborasi semacam ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat,” tutup Hadi Candra. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *