Natuna, suaraserumpun.com – Raja Mustakim Ketua Dewan Pengarah Komunitas Pencinta Domino Natuna (KPDN) membuka lomba kuis edukasi khusus bagi seluruh anggota KPDN. Lomba ini mengangkat tema Revitalisasi Masjid Agung Natuna yang menjadi ikon religius dan kebanggaan masyarakat Natuna.
Masjid Agung Natuna merupakan legacy bersejarah dari Bang Daeng Rusnadi mantan Bupati Natuna. Masjid ini diresmikan pada 4 April 2009. Hingga kini, Masjid Agung Natuna berfungsi tidak hanya sebagai simbol Islam sebagai agama mayoritas. Tetapi juga sebagai pusat kebudayaan Islam, destinasi wisata religi, serta landmark Kawasan Gerbang Utara NKRI.
Masjid yang direncanakan sejak 2006 dan mulai dibangun pada 2007 tersebut kini telah hampir 20 tahun berdiri. Seiring berjalannya waktu, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, mulai dari struktur yang mulai keropos, lantai yang ambruk, hingga atap yang bocor.
Sejak awal masa pemerintahannya, Bupati Natuna Cen Sui Lan melakukan peninjauan langsung ke masjid yang dikenal memiliki fasad mirip Taj Mahal itu. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat revitalisasi belum dapat dilakukan melalui APBD.
Pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Natuna mewarisi utang hampir Rp190 miliar dari pemerintahan sebelumnya. Angka tersebut dinilai sangat besar jika dibandingkan dengan total APBD Natuna yang masih bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, bahkan beban belanja pegawai dinilai sudah tidak rasional.
Berbagai upaya telah ditempuh. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sempat diupayakan, namun belum membuahkan hasil. Dengan pengalaman sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024, Cen Sui Lan juga melobi berbagai pihak di tingkat pusat, baik legislatif maupun eksekutif.
Di tengah kondisi keuangan negara yang terbatas akibat kebijakan prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo, berdampak pada pemotongan TKD di hampir seluruh daerah. Bupati Natuna mengambil langkah lain. Sebagai pengusaha, Cen Sui Lan memanfaatkan jaringan internasional untuk mencari alternatif pendanaan.
Hasilnya, setelah proses lobi panjang sejak awal 2025, pada akhir 2025 muncul titik terang. Satu negara sahabat menyatakan kesediaan memberikan hibah hampir Rp90 miliar untuk revitalisasi Masjid Agung Natuna yang memiliki 20 kubah kecil tersebut. Dalam waktu dekat, seluruh proses Review and Clearance (RC) akan dijalankan sebagai tahap awal revitalisasi.
Melalui lomba kuis ini, KPDN tidak hanya mengajak anggotanya berpartisipasi, tetapi juga mendorong pemahaman terhadap sejarah dan perjuangan menjaga ikon kebanggaan daerah.
Berikut pertanyaan lomba kuis edukasi tentang Masjid Agung Natuna tersebut:
1, Negara manakah yang memberikan hibah hampir Rp90 miliar untuk revitalisasi Masjid Agung Natuna?
2, Berapa kapasitas maksimal jamaah yang dapat ditampung oleh Masjid Agung Natuna?
Ketua Tim Lomba Kuis Edukasi tentang Masjid Agung Natuna, Hadi Candra sekaligus Koordinator Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Natuna menyampaikan, peserta (Anggota KPDN) yang menjawab benar, berkesempatan memperoleh hadiah menarik. Jika terdapat lebih dari satu peserta dengan jawaban benar, pemenang akan ditentukan melalui undian.
“Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Hari Raya Idulfitri tahun 2026 mendatang,” sebut Hadi Chandra, Senin (12/1/2026). (yen)
Editor: Sigik RS
