banner 728x90
Antusias Bupati Natuna Cen Sui Lan dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke daerah pulau demi rakyat dan pembangunan Natuna. F- ist

Potret Natuna Si Penghasil PNBP Rp15 Triliun, Bupati Harus Mengarungi Gelombang Setinggi 3 Meter demi Rakyatnya

Komentar
X
Bagikan

Natuna, suaraserumpun.com – Kabupaten Natuna selalu digadang-gadangkan sebagai daerah perbatasan NKRI di wilayah utara, dan penghasil PNBP dari sektor perikanan mencapai Rp15 triliun per tahun. Namun, Bupati Natuna Cen Sui Lan harus mengarungi lautan dengan tantang gelombang setinggi lebih dari 3 meter, untuk menemui rakyatnya.

Pemerintah pusat, rata-rata mendapatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan di wilayah perairan Natuna, mencapai Rp15 triliun per tahun. Tapi, pengembalian PNBP tersebut tak sebanding yang diterima Pemkab Natuna. Hingga kini, pembangunan infrastruktur di daerah pulau-pulau tak maksimal. Bahkan, ada daerah yang belum tersentuh oleh pemerintah. Hal ini yang menjadi tantang bagi Cen Sui Lan setelah menjabat Bupati Natuna.

Pekan lalu, Cen Sui Lan melakukan kunjungan kerja ke kecamatan daerah pulau-pulau. Bupati dan Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik serta rombongan melaksanakan kunker secara maraton ke pulau-pulau yang tersebar di bagian selatan Kabupaten Natuna. Kunjungan kerja yang digelar sejak 24 November 2025 itu berlangsung sampai Minggu (30/12/2025). Adapun pulau-pulau yang dikunjungi meliputi Pulau Midai, Serasan, Pulau Panjang dan Pulau Subi.

Rombongan Bupati Natuna Cen Sui Lan meninggalkan Pelabuhan PLBN Serasan dengan menggunakan kapal feri Indra Perkasa menuju Pulau Panjang. Dalam perjalanan, kapal Bupati Natuna ini harus menghadapi gelombang dengan ketinggian lebih dari 3 meter. Sekitar separuh penumpang kapal feri aset Pemkab Natuna itu mabuk. Bahkan ada yang muntah.

Sesampainya di Pulau Panjang, rintangan yang dihadapi Bupati Cen dan rombongan bertambah berat, di mana kapalnya meski lego jangkar di tengah laut untuk menaiki perahu kecil (pompong) menuju daratan. Hal ini karena di wilayah Kecamatan Pulau Panjang belum terdapat fasilitas labuh yang bisa menampung kapal sekelas KM Indra Perkasa milik Pemkab Natuna.

Di saat pengalihan penumpang di tengah laut itu, Bupati Cen dan rombongan terlihat seperti melompat-lompat karena dilambung gelombang besar. Namun, kondisi alam yang membahaykan itu tidak menghalangi langkah Bupati Cen dan rombongan untuk mencapai pulau tujuan.

“Meski kondisi laut ekstrem, tetap kita arungi demi menemui masyarakat di daerah perbatasan NKRI ini. Pulau Panjang dan Pulau Subi. Ini perjalanan yang sungguh luar biasa, tapi sudah jadi kewajiban saya sebagai bupati untuk tetap hadir,” kata Cen Sui Lan saat memberikan penjelasan hasil dari kunker ke beberapa kecamatan selama sepekan lalu, Selasa (2/12/2025).

Dari hasil kunjungan kerja (kunker) tersebut, Cen Sui Lan mengetahui secara langsung, apa yang dibutuhkan masyarakat di daerah pulau. Selain infrastruktur pelabuhan, pendidikan dan kesehatan, masyarakat juga memerlukan program-program pemberdayaan masyarakat. Seperti bansos, bakti sosial, pengadaan pasar murah hingga kebutuhan dasar lainnya. Seperti air bersih dan listrik.

Selain itu, Cen Sui Lan juga akan mengevaluasi program-program pemberdayaan dan layanan masyarakat lainnya. Seperti yang dialami seorang nenek yang mendapatkan bantuan beras. Setelah Bupati Natuna mengadakan dialog, ternyata nenek tersebut tidak mendapat bantuan PKM sebesar Rp300 ribu per bulan, dibayarkan 3 bulan sekali dari dana APBD TA 2025 ini. Padahal, nenek tersebut sebelumnya sudah terdaftar untuk dapat di Desil 1DTSEN.

Setelah diklarifikasi, ternyata nenek tersebut tidak mendapatkan bantuan itu. Bupati Natuna memerintahkan Hasbulah Sekretaris Dinas Sosial Natuna, segera memasukan nama nenek tersebut masuk dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (PKM). Selama turun ke daerah pulau, Bupati Natuna mengetahui siapa pejabat yang tidak menjalankan tupoksi, maupun yang benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya.

Secara umum, dari hasil dari kunjungan kerja maraton selama hampir seminggu itu meliputi berbagai skala prioritas. Di Kecamatan Midai diprioritaskan pembangunan pelabuhan kapal Roro (roll on roll off), perluasan sawah dan revitalisasi pasar.

Kemudian, di Serasan, Bupati Natuna Cen Sui Lan memprioritaskan revitalisasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan pembangunan tembok penahan longsor di Desa Air Nusa. Di Kecamatan Pulau Panjang, diprioritaskan pembangunan pelabuhan, Puskesmas dan stabilisasai harga barang. Sedangkan di Kecamatan Subi, diprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan penyeberangan antara Pulau Subi Kecil dan Subi Besar.

“Natuna merupakan kabupaten penghasil Migas terbesar di Indonesia. Natuna penghasil perikanan WPP 711 Laut Natuna Utara, memberikan kontribusi kepada negara setiap tahunnya sekitar Rp15 triliun berupa PNBP. Sementara, keadaan masyarakat pesisir Natuna di pulau-pulau masih sangat memprihatinkan. Ini tugas kita ke depan,” sebut Cen Sui Lan.

“Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Agar pembangunan Natuna ke depan, diprioritaskan. Selama kunker ke daerah pulau, begitulah potret Natuna penghasil PNBP lebih dari Rp15 triliun, tapi pembangunan masih jauh dari harapan. Ini menjadi PR kita bersama,” demikian Cen Sui Lan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *