banner 728x90
Komisaris Tridaya Group, Edy SP, saat sosialisasi bersama warga terdampak dan nelayan di sekitar jety, Sabtu (29/11/2025).F-Istimewa

Dorong Pendidikan Warga Ring Satu, Tridaya Group Gulirkan Beasiswa S1

Komentar
X
Bagikan

Karimun, suaraserumpun.com — PT Tridaya Setya Lestari Sejahtera (Tridaya Group) memastikan kehadiran perusahaan di Kabupaten Karimun tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Perusahaan tambang pasir darat tersebut berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa Strata 1 (S1) khusus bagi anak-anak warga ring satu di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat.

Komisaris Tridaya Group Edy SP menyampaikan bahwa program beasiswa diberikan setiap tahun selama perusahaan beroperasi.

“Akan ada 10 beasiswa S1 setiap tahun untuk anak-anak warga zona satu. Ini bentuk nyata komitmen kami mendukung pendidikan generasi muda,” ujar Edy, Jumat (28/11/2025).

Selain beasiswa pendidikan, perusahaan menyiapkan program CSR di bidang kesehatan, terutama penanganan penyakit ISPA yang berpotensi muncul akibat aktivitas tambang, serta pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala bagi warga terdampak.

Soal potensi dampak getaran truk angkutan pasir terhadap rumah warga, Tridaya Group juga memastikan siap bertanggung jawab.

“Jika ada kerusakan rumah akibat kegiatan kami, akan dicek oleh konsultan independen. Nanti dihitung biayanya, dan opsi perbaikan bisa melalui bantuan dana tunai atau perusahaan yang memperbaiki langsung,” jelasnya.

CSR lainnya juga akan menyasar dukungan sosial berupa sembako, serta santunan untuk imam, marbot, dan pengurus masjid yang akan disalurkan rutin setelah produksi tambang berjalan.

Selain masyarakat daratan, perhatian juga diberikan kepada nelayan di sekitar rencana pembangunan jety untuk akses pelayaran dan pengangkutan pasir.
Dalam sosialisasi pada 25 November 2025, manajemen bertemu dengan empat kelompok nelayan yang menyampaikan kekhawatiran soal wilayah tangkap dan akses laut.

Menanggapi hal itu, Edy menjelaskan rencana jety akan dibangun sepanjang 100 meter ke arah laut dan dipastikan tidak mengganggu arus pelayaran.

“Namun memang ada dampak terhadap nelayan skala kecil. Karena itu kami siapkan kompensasi berupa bantuan tunai atau bentuk lain yang bermanfaat,” tegasnya.

Meski masih ada warga yang berharap penjelasan lebih lanjut, namun sebagian besar masyarakat di ring satu menyatakan dukungan, terutama terkait pembukaan lapangan kerja.

Ketua RT 03 Kelurahan Sawang, Rahim, menyebut warga menaruh harapan terhadap manfaat nyata dari kehadiran perusahaan.

“Mayoritas warga pekerja serabutan, petani, dan nelayan. Kalau perusahaan konsisten membantu ekonomi dan menyerap tenaga kerja lokal, tentu kami dukung,” ungkapnya.(ion)

Editor : Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *