Bintan, suaraserumpun.com – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Tanjungpinang-Bintan membantu 2,5 ton pupuk NPK Mutiara 16-16-16 buat puluhan petani Bintan dan Tanjungpinang, lewat program Aksi Keuangan Berkelanjutan, Kamis (27/11/2025). Penyerahan bantuan pupuk NPK buat petani tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan Km 19 Bintan Timur.
Hadir dalam penyerahan bantuan 2,5 ton pupuk NPK kepada 50 petani tersebut Ketua Perbarindo Tanjungpinang-Bintan Dra Radhiah Razak, perwakilan DKPP Bintan Muhammad Ary, perwakilan Camat Bintan Timur, Lurah Gunung Lengkuas, serta 50 orang petani Bintan dan Tanjungpinang penerima bantuan pupuk NPK Mutiara.
Selain itu, turut hadir sepuluh Direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dari Anggota Perbarindo Tanjungpinang-Bintan. Antara lain Direksi BPR Duta Kepri, Direksi BPR Dana Bintan Sejahtera, Direksi BPR Bintan, Direksi BPR Bestari Tanjungpinang, Direksi BPR Central Sejahtera, Direksi BPR Kepri Bintan, Direksi BPR Asia Sejahtera, Direksi BPR Dana Prima Mandiri, Direksi BPR Asli Dana Mandiri, dan Direksi BPR Dana Mulia Sejahtera.
Dra Radhiah Razak Ketua Perbarindo Tanjungpinang-Bintan menjelaskan, peran petani di Indonesia sangat besar dalam penyediaan pangan. Bahkan peran petani juga berkaitan erat dengan inflasi di suatu daerah. Maka, jika petani tidak mendapat akses dalam menjalankan usaha, maka tidak bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
“Kami dari Perbarindo Tanjungpinang-Bintan yang beranggotakan sepuluh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Tanjungpinang dan Bintan, turut membantu para petani dengan menyediakan pupuk NPK Mutiara secara gratis. Hari ini, bantuan pupuk NPK ini kita serahkan langsung kepada 50 orang petani. Bantuan ini merupakan bentuk nyata perhatian kami semua untuk kesejahteraan petani,” ujar Radhiah yang juga menjabat sebagai Dirut BPR Bintan.

Radhiah menerangkan, Perbarindo Tanjungpinang-Bintan memiliki program Aksi Keuangan Berkelanjutan. Program dari CSR sepuluh BPR ini dijalankan setiap tahun, yang berpengaruh terhadap lingkungan kelestarian alam dan sosial. Awalnya, Perbarindo Tanjungpinang-Bintan akan melaksanakan program Aksi Keuangan Berkelanjutan ini, dengan menanam mangrove. Namun, cuaca dan air pasang laut yang tidak memungkinkan, maka kegiatan direalisasikan dalam bentuk penyerahan bantuan pupuk NPK kepada 50 petani. Masing-masing menerima 50 kilogtram pupuk NPK Mutiara 16-16-16. Totalnya mencapai 2,5 ton.
Bantuan pupuk NPK ini diharapkan bisa menumbuhkembangkan tananam serta memaksimal hasil usaha para petani. Diharapkan bisa memberikan manfaat positif bagi petani dan lingkungan. Petani yang menerima bantuan ini mayoritas dari petani Bintan Timur di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kelurahan Sungai Lekop dan Kelurahan Sungai Enam. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada petani Kota Tanjungpinang. Petani yang menerima bantuan pupuk NPK Mutiara ini, beberapa orang merupakan nasabah BPR.
“Bantuan yang kita berikan ini, konsennya untuk petani di Bintan Timur, tersebar di tiga kelurahan. Dari Tanjungpinang itu, ada beberapa orang penerima bantuan pupuk NPK ini,” sebut Radhiah didampingi sejumlah Direksi BPR lainnya.
Radhiah menambahkan, penyaluran bantuan pupuk kepada petani ini, juga merupakan andil DPK Perbarindo Tanjungpinang-Bintan dalam mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto, dalam ketahanan pangan. Sekaligus menekan inflasi di daerah.
“Karena, sektor pertanian itu kan faktor terbesar dalam menekan angka inflasi daerah maupun nasional. Semoga usaha para petani berhasil lah, dengan bantuan pupuk NPK dari dana CSR masing-masing Anggota Perbarindo Tanjungpinang-Bintan ini. Kalau berhasil, produksi pangan maksimal, harga stabil, dan angka inflasi kan bisa kita tekan,” jelasnya.

Radhiah menyatakan, Perbarindo Tanjungpinang-Bintan berharap para petani memanfaatkan pupuk NPK ini secara maksimal dan sebijaknya untuk usaha tani. Jangan dijual. Program ini merupakan langkah awal bagi Perbarindo Tanjungpinang-Bintan untuk kepedulian kepada para petani.
“Selain itu, program ini diharapkan menjadi trigger (pemicu) bagi petani untuk membuka akses ke BPR-BPR yang ada. Jadi, petani bisa membuka akses kepada kami dari sepuluh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Tanjungpinang dan Bintan,” tambah Radhiah.
Petani Bersyukur Dapat Pupuk Gratis
Pada kesempatan lain, Gio seorang petani Kampung Wacopek, Kelurahan Gunung Lengkuas sangat bersyukur menerima bantuan pupuk NPK Mutiara gratis dari Perbarindo Tanjungpinang-Bintan. Menurutnya, pupuk NPK sangat diperlukan bagi petani. Sementara, harga di pasaran atau non subsidi, sangat mahal. Harga pupuk NPK itu berkisar Rp20 ribu per kilogram hingga Rp25 ribu per kilogram.
“Kalau satu karung ukuran 50 kilogram itu, harganya antara Rp1,1 juta. Bahkan ada yang lebih dari itu. Sedangkan petani, sangat memerlukan pupuk. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Perbarindo Tanjungpinang-Bintan yang peduli sama petani kecil seperti kami ini,” ucap Gio.
Pada kesempatan lain, Yasmadi petani dari Kota Tanjungpinang juga bersyukur mendapat bantuan pupuk NPK dari Perbarindo Tanjungpinang-Bintan. Yasmadi menyebutkan, petani adalah orang-orang hebat bagi bangsa Indonesia. Karena, petani memproduksi bahan pangan. Bahkan petani pula yang berperan besar dalam pengendalian inflasi. Sudah sewajar petani mendapat perhatian bagi Perbarindo maupun pemerintah.

“Terima kasih banyak atas bantuan dari Perbarindo Tanjungpinang-Bintan yang benar-benar peduli sama kami dari kelompok petani ini. Dengan membantu pupuk NPK ini,” kata Yasmadi.
Muhammad Ary perwakilan DKPP Bintan berharap, agar Perbarindo Tanjungpinang-Bintan secara kontinyu memperhatikan petani. Dari Pemkab Bintan juga mengingatkan kepada petani, agar memanfaatkan bantuan pupuk NPK dari Perbarindo Tanjungpinang-Bintan secara baik. (yen)
Editor: Sigik RS
