Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri sangat menyesalkan aksi panggung artis Ibu kota pada saat menghibur masyarakat Kota Tanjungpinang, Minggu (2/11/2025) malam lalu. Karena, mengenakan busana tidak senonoh atau tidak sopan.
Pernyataan itu disampaikan oleh Datok Wira Setia Utama Atmadinata. Ketua I LAM Provinsi Kepri itu mengatakan, salah satu suguhan di panggung penutupan Festival Kopi Merdeka 2025 di Jalan Merdeka, Tanjungpinang yang ditaja oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.
“LAM Kepri memandang suguhan ini dari sudut norma orang Melayu sangat tidak patut, bukan saja tidak ada muatan tamadun Melayu tapi tidak cocok di pentas orang Melayu, ini juga bermakna OPD penyelenggara tidak paham tentang tamadun Melayu,” kata Atmadinata seperti dilansir radarsatu.com, Selasa (4/11/2025).
Meski begitu menurutnya, kritikan tersebut bukan berarti LAM Kepri bukan melarang berkesenian dan berkreasi maupun berimprovisasi tapi disesuaikan dengan norma, kaidah sosial masyarakat setempat, apalagi pembukaan acara itu diawali dengan Shalawat Busyro.
“Ternyata kontennya ada penyanyi dengan bangga mengenakan pakaian boleh dikata tidak senonoh,” sesalnya.
Kata orang Melayu, lanjutnya “hati-hati memakai, bila salah pakai aib terdedah malu teburai” ke hulu ke hilir orang mengeji.
“Sekali lagi LAM Kepri menyesalkan mata acara ini dipentaskan. Cukuplah sekali ini sebagai pengalaman untuk pembelajaran, ke depan diharapkan panitia atau OPD penyelenggara tidak lagi menyuguhkan penyanyi berbusana seperti ini,” pesannya.
Atmadinata juga menambahkan, jika alangkah manisnya dipandang bila mengenakan kebaya labuh misalnya, disamping sesuai dengan norma dan tamadun Melayu juga mensosialisasikan kearifan lokal, warisan budaya Melayu yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia.
“Jika begini tentu acara tersebut penuh dengan pesan pesan yang edukatif, positif, mestinya OPD penyelenggara menonjolkan bentuk berkesenian yang menyokong tumbuh kembang nya tamadun Melayu,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya kegiatan Festival Kopi Merdeka yang ditaja Dinas Pariwisata Pemprov Kepri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan di Kepri. Hingga berita diterbitkan, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan SSos belum memberikan keterangan resmi. (yen/rds)
Editor: Sigik RS
