Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah mengadakan audiensi dengan Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Tanjungpinang bersama Pengurus Permata dari 18 kelurahan, di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Jumat (31/10/2025). Dalam pertemuan ini, Wali Kota Tanjungpinang menyinggung soal keagamaan hingga jam malam (batasan) bagi pelajar.
Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni. Audiensi ini menjadi momen untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota dan BKMT dalam menyusun program keumatan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam arahannya, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan, pertemuan ini penting untuk mengetahui program-program BKMT yang dapat difasilitasi pemerintah daerah.
“Untuk penyusunan anggaran, perlu untuk mengetahui kegiatan BKMT yang dapat didukung melalui realokasi anggaran BKMT tingkat kota,” ujarnya.
Lis Darmansyah menegaskan, bahwa Pemko Tanjungpinang memiliki perhatian besar terhadap pembinaan moral dan keagamaan generasi muda.
“Adanya kebijakan mewajibkan dalam hal mengaji, baik Iqro maupun Alquran, sebagai syarat masuk sekolah. Selain itu, kita juga telah menerapkan jam malam bagi pelajar, sebagai upaya membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab,” ucap Wako Tanjungpinang.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah berharap, BKMT tidak hanya fokus pada kegiatan keagamaan seperti mengaji, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan.
“BKMT menjadi mitra pemerintah dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Lis juga menyampaikan rencana pemerintah kota untuk mengembangkan Lapangan Pamedan menjadi taman ramah lansia dan anak-anak, sebagai bagian dari pembangunan ruang publik yang inklusif dan nyaman.
Ketua BKMT Kota Tanjungpinang, Sulikha menyampaikan berbagai kegiatan dan potensi ekonomi yang telah dilakukan oleh anggota BKMT.
“Kami memiliki usaha mikro di setiap kecamatan, seperti kuliner, produk handmade, dan penjahit. Ke depan, kami ingin memastikan pelaku usaha di lingkungan BKMT memiliki izin usaha, sertifikasi halal, dan kemasan yang layak, dengan harapan bisa bekerja sama dengan Disperindag dan Disnakerkopum,” jelasnya.
Sulikha juga menyoroti peran sosial BKMT dalam membantu anggota yang kurang mampu serta kegiatan pembinaan keluarga.
“Kami bekerja sama dengan Puspaga, untuk memberikan edukasi kepada keluarga agar bisa menekan angka LGBT dan pelecehan seksual, serta memperkuat ketahanan keluarga,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni mengapresiasi atas sinergi yang telah terbangun antara BKMT dan pemerintah.
“BKMT adalah mitra strategis dalam pembinaan akhlak dan ketahanan keluarga. Melalui sinergi ini, kita berharap kegiatan majelis taklim bisa semakin berdaya dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” tutur Weni.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan PKK dan perangkat daerah, agar program-program keumatan dapat berjalan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan kegiatan BKMT tidak hanya hidup di masjid dan majelis, tetapi juga hadir nyata membantu masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan,” tutupnya. (yen)
Editor: Sigik RS
