Bintan, suaraserumpun.com – RSUD Bintan mendeteksi, dua orang pelajar di Kabupaten Bintan terdeteksi mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV). Selain itu, pada tahun 2025 ini, kasus penderita TBC (Tuberkulosis) juga meningkat dari data RSUD Bintan. Simak pernyataan Bupati Bintan Roby Kurniawan terhadap kasus HIV dan TBC yang terdeteksi di RSUD Bintan, berikut ini.
Direktur RSUD Bintan dr Toni Masruri mengungkapkan, pihaknya mendeteksi 25 orang pasien yang mengidap atau positif HIV, sejak awal tahun 2025 hingga saat ini. Penularan HIV itu diduga disebabkan karena hubungan bebas seksual. Penderita HIV yang terdeteksi di RSUD Bintan itu ada yang sudah menikah (berkeluarga) dan ada yang belum menikah.
RSUD Bintan mendeteksi penderita HIV itu tidak sengaja atau dilakukan screening. Terdeteksi pada saat ada pasien yang akan melakukan operasi atau berobat. Sebelum operasi, medis melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, pasien itu ternyata positif HIV. Tahun 2025, dari Januari sampai Oktober ditemukan 25 orang positif mengidap HIV, yang berobat di RSUD Kabupaten Bintan
“Anak-anak tidak ada. Yang terdeteksi itu remaja di bawah 20 tahun. Di antaranya 2 orang pelajar yang mengidap HIV itu. Selain itu, orang dewasa yang terdeteksi positif HIV itu,” sebut dr Toni Masruri Direktur RSUD Bintan, Selasa (28/10/2025).
“Dibandingkan tahun lalu, kasus HIV yang ditemukan (di RSUD) pada tahun ini (2025) mengalami peningkatan 10 sampai 20 persen la,” sebutnya.
dr Tony Masruri menyampaikan, penyakit HIV tidak ada obatnya. Justru itu harus dicegah. Seperti menghindari penggunakan narkoba, terutama yang menggunakan alat suntik. Hindari seks bebas, jangan gonta ganti pasangan bagi yang sudah menikah.
“Penderita HIV ini kemungkinan besar penularannya lewat seks dan lewat darah. Penderita HIV itu harus minum obat seumur hidup. Kalau tak minum obat ARV (Antiretroviral), pengidap itu akan drop,” sebutnya.
Selain HIV, dr Toni Masruri juga mengungkapkan, ada peningkatan kasus penderita TBC (Tuberkulosis) yang ditemukan di RSUD Kabupaten Bintan, selama periode Januari sampai September 2025. Hingga September 2025, RSUD Bintan menemukan 66 kasus penyakit TBC. Penderita TBC ini mayoritas di atas usia 20 tahun.
“Kasus TBC yang terdeteksi di RSUD pada tahun ini, juga meningkatkan dibandingkan tahun 2024 lalu,” sebut Direktur RSUD Bintan.
Pada kesempatan lain, Bupati Bintan Roby Kurniawan membenarkan, adanya peningkatan kasus penyakit TBC di Bintan dan pengidap HIV, berdasarkan laporan lisan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan. Menurut Bupati Bintan, tidak hanya di Bintan. Kasus TBC di Indonesia juga menjadi perhatian WHO, termasuk di beberapa negara dunia. Justru itu, Bupati Bintan meminta Dinkes Bintan untuk mengecek dan pendataan terhadap kasus TBC di Bintan.
“Kita mendapat laporan itu. Nanti kita cek seperti apa kasus penyakit itu (HIV dan TBC). Nanti harus benar-benar didata. Berapa sebenarnya kasus TBC di Bintan. Sehingga, upaya penangannya bisa sesuai dengan apa yang ada di lapangan,” ujar Bupati Bintan Roby Kurniawan.
Sedangkan untuk HIV, Bupati Bintan Roby Kurniawan berharap, ke depan, para Duta Generasi Berencana (GenRe) di Bintan, turut berperan aktif dalam pencegahan HIV. Terutama memberikan edukasi bagi teman sebayanya di lingkungan sekolah. Begitu juga dengan para guru, agar mengawasi dan mengingatkan penularan HIV di kalangan remaja.
“Pada intinya, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Kita juga mengajak orang tua dan semua pihak, untuk mengawasi anak-anak kita semua,” harap Bupati Bintan. (yen)
Editor: Sigik RS
