banner 728x90
Kepala DLH Bintan Niken Wulandari bersama Duta Adiwiyata di Sekolah Dasar 001 Bintan Timur, usai membagikan buku saku literasi lingkungan. F- ist

DLH Bintan Berbagi Buku Saku Literasi Lingkungan kepada Duta Adiwiyata

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan berbagi buku saku literasi lingkungan kepada Duta Adiwiyata di sejumlah sekolah. Berbagi buku saku ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya lingkungan bagi generasi mendatang.

Beberapa sekolah yang menerima buku tersebut di antaranya MIS MU Kawal dan MTsN Bintan Timur yang menjadi calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Selanjutnya dua Sekolah Adiwiyata Kabupaten yakni SDN 003 Bintan Timur dan SDN 011 Bintan Timur, ditambah SDN 004 Toapaya yang merupakan Sekolah Adiwiyata Provinsi.

Bupati Bintan Roby Kurniawan memberikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan ini. Bagi Roby, edukasi positif bagi generasi emas masa hadapan merupakan langkah tepat untuk memastikan keberlanjutan perjuangan yang dalam hal ini menjaga lingkungan.

“Apresiasi tentunya, ini sebuah langkah yang luar biasa. Kita kampanyekan kebersihan dan kepedulian lingkungan dimana-mana, tapi jangan lupa bahwa mereka juga harus ditanamkan rasa semangat sejak dini. Semangat untuk menjaga lingkungan yang bersih, nyaman dan pastinya sehat. Apresiasi untuk DLH Bintan,” ungkap Roby.

Kepala DLH Bintan Niken Wulandari di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa pembagian buku ini memang menjadi bagian dari upaya melahirkan generasi yang peduli akan kelestarian lingkungan dan peka terhadap kebersihan sekitar.

“Jadi mereka yang menerima buku saku ini merupakan siswa kader adiwiyata. Kita ingin mereka lebih paham dan peduli terhadap lingkungan. Ada edukasi PHBS, pengelolaan sampah seperti 3R (Reuse, Recycle, Reduce), termasuk ada juga pemahaman terkait fenomena alam akibat perilaku manusia,” jelas Niken, Senin (20/10/2025).

Selain pemahaman terhadap kelestarian alam dan lingkungan, para siswa juga diharapkan mampu menumbuhkan perilaku positif dan memiliki karakter hebat, salah satunya sadar akan pemilahan sampah sejak dini.

“Pertama ya bisa menjaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk juga di rumah. Dimulai dari situ dulu, kita ingij melihat sekolah yang bersih, sehat, hijau dan lestari. Nah mereka ini juga menjadi penyampai untuk mengajak teman-temannya bersama-sama menjaga kebersihan serta membiasakan pola hidup yang sehat,” imbuhnya.

Di dalam buku saku ini juga dijelaskan juga terkait lubang biopori yang dapat meningkatkan penyerapan air hujan sehingga mengurangi genangan yang bisa memicu terjadinya banjir, baik skala kecil maupun besar. Materi lain yang tersaji seperti penguraian sampah organik.

Sampah organik yang terurai secara alami akan berubah menjadi pupuk kompos. Hasil akhirnya, tingkat kesuburan tanah akan meningkat. Pengetahuan semacam ini yang ingin ditanamkan kepada para siswa sebagai generasi penerus yang akan menjaga kelestarian lingkungan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *