Bintan, suaraserumpun.com – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bintan. Posyandu Kasih Bunda yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Uban Utara, Kecamatan Bintan Utara, berhasil masuk sebagai nominasi Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2025 mewakili Provinsi Kepulauan Riau.
Prestasi ini diraih berkat tujuh inovasi kreatif yang dijalankan secara konsisten oleh para kader di bawah kepemimpinan Yulian Yuliani. Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Posyandu Kasih Bunda dalam menjawab isu-isu strategis di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Tujuh Inovasi Posyandu Kasih Bunda, dari Ketahanan Pangan hingga Penurunan Stunting
Ketujuh inovasi yang membuat Posyandu Kasih Bunda mencuri perhatian di tingkat nasional antara lain:
SAPO TAHU (Sayuran Hidroponik untuk Ketahanan Pangan Keluarga)
GEBER SEHAT (Gerakan Bersama Senam Sehat)
RAJAS (Ramuan Jamu Sehat)
GERJEB (Gerakan Jemput Balita)
GERMAS TAN (Gerakan Masyarakat Tanam)
GERSAYBU (Gerakan Sayang Ibu)
Reward Balita ASI Eksklusif (Pemberian Penghargaan bagi Balita yang Lulus ASI Eksklusif)
Semua inovasi tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat dan mandiri.
Hafizha Apresiasi Kader: Terus Berinovasi dan Tingkatkan Pelayanan
Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bintan, Hafizha, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh kader Posyandu yang terus berinovasi demi pelayanan kesehatan yang lebih baik.
“Ini kebanggaan bagi seluruh kader Posyandu di Bintan. Semua inovasi dan capaian yang telah dipaparkan merupakan bukti nyata dedikasi mereka. Apapun hasilnya nanti, semangat untuk berinovasi tidak boleh berhenti,” ujar Hafizha usai mendampingi presentasi dan penilaian oleh Tim Penilai Pusat secara virtual, Kamis (16/10/2025) di Gedung Daerah Kepri.
Ia menambahkan, keberhasilan masuk nominasi nasional bukanlah akhir, tetapi menjadi dorongan untuk terus memperkuat pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat.
Fokus Penurunan Stunting dengan SAPO TAHU dan GERJEB
Dua inovasi unggulan yang menjadi sorotan utama adalah SAPO TAHU dan GERJEB, yang sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam Perpres RI Nomor 72 Tahun 2021.
Melalui SAPO TAHU, kader Posyandu mengembangkan tanaman hidroponik di pekarangan rumah warga untuk memastikan ketersediaan sayuran segar bagi keluarga yang memiliki balita terindikasi stunting.
Sementara itu, Gerakan Jemput Balita (GERJEB) menunjukkan hasil signifikan. Kunjungan balita ke Posyandu meningkat hingga 98 persen, sementara sisanya tetap terlayani melalui kunjungan kader ke rumah-rumah warga untuk pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang anak.
“Pendekatan berbasis potensi lokal ini bukan hanya efektif, tapi juga memberdayakan masyarakat. Semua pihak ikut berperan aktif,” tambah Hafizha.
Langkah Nyata Menuju Posyandu Modern dan Mandiri
Inovasi berkelanjutan yang dijalankan Posyandu Kasih Bunda menjadi contoh nyata transformasi pelayanan dasar kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah Kabupaten Bintan pun terus memberikan dukungan agar seluruh Posyandu di wilayahnya mampu menjadi pusat edukasi kesehatan yang modern, kreatif, dan mandiri.(yen)
Editor : Sigik RS
