Karimun, suaraserumpun.com – Cuaca ekstrem disertai angin kencang dan arus laut kuat menyebabkan ponton Dermaga Tanjung Makom di Kabupaten Karimun terputus dan ambruk, Rabu (1/10/2025) malam.
Ponton yang menjadi akses utama masyarakat ini sebelumnya telah mengalami kerusakan pada bagian sambungan dan tiang penyangga. Akibatnya, ketika gelombang besar datang, konstruksi ponton tidak mampu lagi menahan tekanan arus laut.
Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole beberapa waktu lalu telah menyoroti kondisi ponton yang mulai pincang dan mendesak agar segera diperbaiki oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) selaku pengelola.
“Kita sudah minta BUP untuk segera melakukan perbaikan terhadap ponton yang rusak, patah, dan hilang. Nilai perbaikannya cukup besar, sekitar Rp1,7 hingga Rp1,8 miliar hanya untuk tiga tiang penyangga. Tapi ini harus menjadi atensi dan segera ditanggapi,” ujar Rocky saat meninjau kondisi dermaga sebelumnya.
Belum sempat dilakukan perbaikan, ponton yang sudah melemah akhirnya ambruk setelah diterjang angin kencang dan arus laut kuat pada Rabu malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Tohap, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian pada Selasa pagi (7/10/2025).
“Ponton ambruk akibat angin kencang dan arus laut yang kuat, ditambah kondisinya memang sudah dimakan usia. Tadi pagi kami sudah turun ke lokasi, dan rencananya ponton akan segera diangkat oleh pihak BUP selaku pengelola,” jelas Tohap.
Ia menambahkan, penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan bersama BUP agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan penumpang dan aktivitas pelabuhan, operasional sementara dialihkan menggunakan ponton keberangkatan yang masih berfungsi dengan baik.
“Langkah ini agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun ponton utama sedang dalam proses penanganan,” tambahnya.
Kerusakan pada ponton Dermaga Tanjung Makom menjadi perhatian serius mengingat fasilitas ini merupakan jalur vital transportasi laut bagi masyarakat Karimun dan sekitarnya. Pemerintah daerah berharap perbaikan dapat segera direalisasikan agar aktivitas pelabuhan kembali normal dan aman.(ion)
Editor : Sigik RS
