banner 728x90
Kepala BPBD Bintan Ramlah saat berkoordinasi dengan Kepala Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang Ahmad Kosasih dan stakeholder lainnya di Kantor Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang. F- ist

Juni sampai Agustus Diperkirakan Curah Hujan Turun, Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – BMKG Tanjungpinang memperkirakan, selama bulan Juni sampai dengan Agustus 2025 ini, curah hujan turun. Namun bukan diartikan kemarau, tetap berpotensi hujan di Pulau Bintan.

“Kita terus berkoordinasi dengan BMKG Tanjungpinang, tentang prakiraan cuaca. Juni sampai Agustus ini, curah hujan turun dibandingkan bulan sebelumnya. Potensi hujan tetap ada, meski dalam intensitas rendah. Tapi, kerawanan bencana kebakaran cukup tinggi. Kita imbau, masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, waspada karhutla,” kata Ramlah Kepala BPBD Kabupaten Bintan, Selasa (3/6/2025).

Pada kesempatan lain, Kepala Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang Ahmad Kosasih menjelaskan, terkait dengan musim panas pada Juni hingga Agustus 2025 nanti, bahwa Pulau Bintan yaitu wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, tipe zona musimnya adalah ekuatorial-1. Artinya bahwa dalam satu tahun, ada 2 kali puncak hujan. Hanya memiliki satu musim, yaitu hujan. Berarti tidak ada musim kemarau di Pulau Bintan.

Untuk prediksi curah hujan pada bulan Juni dan Agustus tahun 2025 wilayah tersebut adalah 200 sampai dengan 300 mm/bulan (Menengah). Sebagian wilayah untuk pada bulan Juli 2025, adalah 200 sampai dengan 300 mm. Dan sebagian lagi, 150 sampai dengan 200 mm (Menengah). Yang akan terdistribusi dalam setiap dasariannya (10 hari).

“Kondisi ini, sudah kami sampaikan setiap bulannya ke seluruh dinas terkait. Termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, melalui buletin bulanan. Untuk potensi karhutla BMKG pun, kami tetap menyampaikan informasi yang terkait dengan hal tersebut. Kondisi cuaca setiap harinya akan berpengaruh terhadap nilai indeks kemudahan terbakar maupun penyebarannya,” jelasnya.

“Juni sampai Agustus 2025 nanti, memang curah hujan turun di Pulau Bintan. Tapi, tetap ada potensi hujan. Sebaliknya, ada kerawanan karhutla juga,” sambung Ahmad Kosasih. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *