banner 728x90
Manajemen Bintan Resorts melatih ibu rumah tangga di Desa Pengudang tentang pengolahan resam menjadi cendera mata berkelas dunia lewat program Bintan Bekarya, Senin (9/12/2024). F- bintan resorts

Bintan Resorts Meningkatkan Ekonomi Warga Pengudang Melalui Pengolahan Resam Menjadi Cendera Mata Berkelas Dunia

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Bintan Resorts pengelola kawasan pariwisata terkemuka di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, terus menjalankan program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Kini, Bintan Resorts meningkatkan ekonomi warga Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong melalui pengolahan tanaman resam menjadi cendera mata berkelas dunia. Upaya itu dilakukan melalui program Bintan Bekarya.

Tanaman resam sering dianggap gulma. Resam (Dicranopteris linearis) adalah jenis paku-pakuan yang tumbuh liar dan banyak ditemukan di Bintan. Tanaman ini sering dianggap sebagai gulma karena tumbuh dengan cepat dan dianggap mengganggu pertumbuhan tanaman lain. Kini, resam berpotensi menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Bintan Resorts pengelola kawasan wisata terkemuka di Kepulauan Riau, sudah dua tahun menggagas dan melakukan program Bintan Bekarya bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan-kecamatan setempat. Program ini kemudian dilanjutkan secara berkesinambungan ke kelompok masyarakat di Desa Pengudang, yang terletak di timur laut Pulau Bintan, untuk mengolah resam menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi.

Pelatihan pengolahan resam menjadi cendera mata berkelas dunia, berlangsung Senin (9/12/2024) sampai dengan Kamis (12/12/2024). Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Camat Teluk Sebong, Julpri Ardani. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pengudang serta perwakilan manajemen Bintan Resorts.

Sebagai simbolis, pembukaan ditandai dengan penandatanganan pigura unik yang terbuat dari kerajinan resam, menggambarkan komitmen bersama dalam memanfaatkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

Perwakilan Bintan Resorts, Bhakti Adi Chandra sebagai Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat bagi warga sekitar kawasan wisata Bintan Resorts menuturkan bahwa melalui Bintan Bekarya, sebanyak enam ibu rumah tangga di Desa Pengudang tersebut dilatih untuk mengubah resam menjadi produk kerajinan bernilai jual. Fokus pelatihan adalah pembuatan produk turunan resam dalam bentuk yang sederhana dan mudah dibawa sebagai cendera mata bagi wisatawan seperti cincin, gelang, dan aksesoris lainnya.

Melihat melimpahnya tanaman resam di Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong, upaya dilakukan untuk mengolahnya menjadi produk kreatif oleh warga setempat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan diversifikasi produk di bidang kriya kreatif yang dapat menarik minat wisatawan.

“Sekaligus memperkuat posisi Desa Pengudang sebagai destinasi wisata baru yang unggul dalam kerajinan tangan berbahan resam,” tambah Bhakti.

Hal ini kemudian disambut baik oleh Camat Teluk Sebong, Julpri Ardani.

“Kami menggalakkan program 1 event 1 produk. Desa Pengudang sudah memiliki Festival Seafood sebagai event andalan. Kini, saatnya kita memaksimalkan potensi produk unggulan,” ujar Julpri.

Dengan pelatihan resam ini, Julpri berharap resam yang selama ini hanya dianggap semak belukar bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Mak Ayu, seorang peserta pelatihan menyambut program ini dengan antusiasme dan rasa syukur.

“Saya sangat terharu karena akhirnya bisa membuat kerajinan dari resam ini. Selama ini saya hanya belajar dari YouTube, tetapi tidak pernah berhasil menghasilkan produk nyata. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bintan Resorts yang khusus mendatangkan seorang juru latih ke Desa Pengudang untuk melatih kami,” ungkap Mak Ayu dengan rasa haru.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pengudang, Fadlie berharap, pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Terutama karena resam baru pertama kali dikembangkan di Pulau Bintan.

“Semoga ilmu yang diberikan selama empat hari pelatihan ini dapat diserap dengan baik dan mampu menghasilkan produk unggulan yang membanggakan bagi Desa Pengudang,” ujarnya.

Manajemen Bintan Resorts bersama Camat Teluk Sebong dan peserta pelatihan pengolahan tanaman resam menjadi cendera mata berkelas dunia bagi warga Desa Pengudang. F- bintan resorts

Hasil karya para peserta program Bintan Bekarya akan dipasarkan melalui gerai suvenir resmi Bintan Resorts, menjangkau pasar domestik dan mancanegara.

General Manager Finance dan Admin Bintan Resorts, Hebron Habeahan menyatakan, komitmen Bintan Resorts untuk mendukung produk Desa Pengudang agar dapat bersaing di pasar. Program yang dimulai sejak 2022 ini telah membina enam kelompok masyarakat di berbagai desa Pulau Bintan di Kecamatan Teluk Sebong. Yaitu Desa Ekang Anculai, Sebong Pereh, Sri Bintan, Berakit, Kelurahan Kota Baru, dan kini Desa Pengudang. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *