Bintan, suaraserumpun.com – Delegasi Kepolisian Kerajaan Malaysia atau Polis Diraja Malaysia (PDRM) mengunjungi Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (Pangkalan PLP) Tanjunguban untuk memperkuat diplomatik (diplomasi) maritim antarnegara (Indonesia-Malaysia), Rabu (4/12/2024) petang kemarin. Delegasi Polis Diraja Malaysia (PDRM) mengunjungi Pangkalan PLP Tanjunguban bersama Konsulat Jenderal Malaysia Medan.
Rombongan yang terdiri dari enam perwakilan lintas instansi Malaysia hadir dalam kunjungan ini. Termasuk DCP Daro Zainudin Bin Ahmad, Wakil Pengarah (O & R) JSJN Bukit Aman, ASP Ahmad Shahir Bin Abdullah, PDRM Mejar Hisham Arizal Bin Muhammad, TUDM LT KDR Shahrizan Bin Sahari, TLDM Encik Zahairuddin Bin Zainal, JIM En Mohamed Hosnie Shahiran, Konsul Malaysia Pekanbaru. Rombongan disambut oleh Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban Sugeng Riyono.
Sugeng Riyono selaku Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban mengatakan, kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan pihak Malaysia. Khususnya dalam pengelolaan isu-isu perairan di wilayah perbatasan. Kunjungan ini telah direncanakan sejak pertengahan November 2024 lalu.
“Kehadiran delegasi Malaysia mencakup berbagai instansi. Mulai dari imigrasi, kepolisian, hingga perhubungan laut. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat sinergi diplomatik dan operasional di wilayah perairan,” jelas Sugeng Riyono, Kamis (5/12/2024) pagi tadi.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam di Kantor Pangkalan PLP Tanjunguban, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai isu strategis, termasuk pola kerja sama operasional di wilayah perairan. Sugeng menegaskan pentingnya dialog ini untuk menghadapi tantangan di kawasan perbatasan maritim Indonesia-Malaysia.
“Sebagai negara tetangga dan serumpun, dialog seperti ini sangat penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan efektif dalam menjaga keamanan perairan,” tambah Sugeng.
Kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang bagi kolaborasi yang lebih intensif dalam mengelola isu lintas negara, termasuk keamanan dan pengelolaan sumber daya laut di wilayah perbatasan.

Langkah ini mendapat apresiasi dari kedua pihak sebagai simbol kerja sama erat antara dua negara serumpun yang berbagi tanggung jawab atas wilayah maritim yang luas. Dengan inisiatif ini, diharapkan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia akan semakin kokoh, terutama dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.
Kunjungan seperti ini menunjukkan betapa pentingnya diplomasi maritim dalam menciptakan sinergi di tingkat regional, sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi keamanan dan kerja sama lintas negara. (yen)
Editor: Sigik RS
