banner 728x90
Tim terpadu Manggala Agni bersama Bhabinkamtibmas Desa Ekang Anculai dan warga mengecek persediaan air di daerah resapan sebagai antisipasi Karhutla, Kamis (11/7/2024). F- dok/suaraserumpun.com

Setelah Mapping, Tim Manggala Agni Cek Persediaan Air di Daerah Resapan

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Setelah melakukan pemetaan (mapping) daerah resapan air pekan lalu, tim Manggala Agni mengecek persediaan air di daerah resapan, Kamis (11/7/2024). Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Tim patroli terpadu terhadap persediaan air ini terdiri dari TNI, Polri dan Daops Manggala Agni bersama masyarakat. Tim terpadu melaksanakan patroli pencegahan Karhutla dan persediaan air di daerah resapan air itu di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong.

Tim Patroli Terpadu tersebut dilaksanakan oleh Toyo selaku Katim Manggala Agni Daops Sum VIII/Batam, Hendra Yudi selaku Anggota Manggala Agni Daops Sum VIII/Batam, Bhabinkamtibmas Desa Desa Ekang Anculai Aiptu Herwin SH, Babinsa Desa Ekang Anculai Serda Budi Hendriko dan perwakilan warga Sepatu Afendi.

Bhabinkamtibmas Desa Ekang Anculai Aiptu Herwin SH mengungkapkan, dalam pengendalian karhutla kali ini, tim lebih mengutamakan upaya pencegahan Karhutla dengan patroli secara rutin.

“Kegiatan yang dilakukan teman-teman di lapangan pada saat patroli terpadu adalah menjaga daerah yang rawan Karhutla. Serta beberapa daerah resapan air di sekitarnya. Ini juga salah satu upaya sehingga tidak terjadi Karhutla di wilayah tersebut,” ujarnya.

Kegiatan tim di lapangan meliputi monitoring kawasan, sosialisasi, pencarian informasi dan pemetaan masalah. Serta melakukan groundcheck hotspot apabila terdeteksi muncul hotspot, pemadaman dini sehingga api tidak membesar.

Kasi Humas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson mengatakan kegiatan patroli dan posko terpadu pencegahan Karhutla ini, diharapkan upaya pencegahan karhutla yang melibatkan multistakeholder akan semakin sinergis.

“Tim sedang melakukan upaya terpadu dengan tetap memperhatikan kearifan lokal masyarakat dan secara bertahap. Mencari solusi bagi pembakar hutan dan lahan yang bermotif ekonomi,” ujar Iptu Missyamsu Alson. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *